News | 02 Oct 2018

Berhubung banyak yang menanyakan mengenai sertifikat Prodi Tata Busana UPI sebelumnya, berikut admin share hasil scan nya.. silahkan bagi yang membutuhkan..

News | 21 Sep 2018

Alhamdulillah...

Program studi Pendidikan Tata Busana, Departemen Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Indonesia

Telah terakreditasi A

Bagi yang membutuhkan, silahkan download file scan sertifikatnya..

News | 29 Jan 2018

Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan UPI (FPTK UPI), pada hari Senin, tanggal 22 Januari 2018, menerima kunjungan wisata edukasi dari SMK PGRI 2 Ponorogo ke FPTK UPI. Rombongan yang terdiri dari 50 siswa kelas X (sepuluh) Jurusan Teknik Alat Berat dan 32 Guru pendamping diterima di Auditorium FPTK UPI, Lantai IV, Jl. Dr. Setiabudhi No. 207 Bandung oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Sumber Daya FPTK UPI, Dr. Dedy Suryadi, M.Pd. didampingi oleh Tim Humas FPTK UPI. Menurut ketua rombongan, Deki Susanto, S.Pd. “Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk mengenalkan siswa dengan Perguruan Tinggi agar mempunyai wawasan tentang Perguruan Tinggi, yang nantinya bisa melanjutkan, harapannya bisa melihat proses pembelajaran dan fasilitas di UPI” tambahnya. Acara ditutup dengan saling bertukar cendera mata dan berfoto bersama.

News | 19 Jan 2018

INE Tri Indriyani (22 tahun) atau dipanggil Ine lahir di Sukabumi 15 November 1995. Pertama ia mengikuti pendidikan formal di SDN Cibodas, kemudian melanjutkan pendidikan formal di SMPN 1 Cibadak, dan SMAN 1 Nagrak. Akhirnya ia melanjutkan pendidikan perguruan tinggi di Universitas Pendidikan Indonesia pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Terlahir sebagai anak kedua dari pasangan Mama dan Suminah yang merupakan keluarga sederhana membuat ia yakin bahwa untuk menggapai impian perlu doa, perjuangan dan kerja keras. “Saya mempunyai harapan bahwa suatu saat saya harus bisa membahagiakan orang tua dengan menjadi kebanggaan mereka. Saya yakin bahwa jika seseorang mau giat belajar, terus mencoba dan pantang menyerah, pasti seseorang itu akan menggapai impian yang mereka cita-citakan,” kata Ine Tri Indriyani, S.Pd. wisudawan terbaik Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan Universitas Pendidikan Indonesia (FPTK UPI) yang mengikuti Wisuda Gelombang III, 14 Desember 2017 di Gedung Gymnasium, Kampus UPI Jln. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung. Itulah sebabnya Ine selalu giat belajar untuk menggapai impian yang ia cita-citakan. Sejak sekolah di sekolah Dasar, ia selalu meraih ranking pertama di kelas. Hal ini diawali dari ketekunan kedua orang tuanya dalam mendidik terutama ibunya. Kebiasaan yang ditanamkan orang tuanya dimaksudkan agar ia selalu giat dalam belajar, mengerjakan setiap pekerjaan rumah saat pulang sekolah dan pantang menyerah jika menghadapi materi dan pekerjaan rumah yang sulit. Pola itu terus dilakukan sehingga menjadi kebiasaan hingga saat ini, yaitu tidak pernah menunda dalam mengerjakan tugas, selalu mencari sumber materi yang relevan dengan tugas jika menemukan tugas yang sulit, dan selalu mengerjakan tugas hingga selesai. Ine selalu mencatat materi pelajaran ketika pembelajaran di kelas, sehingga ia akan membaca kembali apa yang ada dalam catatan agar ilmu yang didapat selalu diingat. Setelah lulus dari sekolah dasar, Ine melanjutkan sekolah ke SMPN 1 Cibadak. Ine masuk ke dalam kelas unggulan. Prestasi Ine selama SMP naik turun. Ine masuk peringkat 3 besar di kelas, dan bahkan ketika peringkatnya turun Ine hanya masuk dalam 10 besar di kelas. Sehingga sebelum mengikuti Ujian Nasional, Ine terus belajar dan terus latihan soal yang diberikan guru, hingga akhirnya dinyatakan “Lulus” pada Ujian Nasional dan meraih nilai Ujian Nasional Tertinggi kedua di sekolah, kemudian, ia pun masuk SMA. Dikarenakan keterbatasan biaya, Ine tidak bisa melanjutkan ke sekolah favorit, ia melanjutkan ke SMA yang tidak terlalu jauh dari rumahnya. Ine melanjutkan ke SMAN 1 Nagrak. Walaupun Ine tidak sekolah di SMA favorit, namun ia tetap giat belajar, karena ia memang ingin sekolah. Kebanyakan di desa tempat ia tinggal, para orang tua enggan menyekolahkan anaknya sampai SMA. Sebagian besar anak hanya sekolah sampai SMP, bahkan sampai SD. Untuk itu, Ine bertekad untuk tetap melanjutkan sekolah dan membuktikan bahwa ia mampu menggapai impiannya nanti. Ine mengambil program Ilmu Pengetahuan Alam. Ia selalu menjadi juara umum dan dinyatakan sebagai siswa terbaik di program IPA dengan nilai tertinggi. “Bagi saya, mendapatkan nilai yang bagus tidaklah mudah. Jika kita ingin meraih nilai bagus, tentunya kita harus giat belajar, jangan malas-malasan. Selalu kerjakan pekerjaan rumah di rumah, bukan ketika pagi-pagi di sekolah. Jika sulit kita bertanya kepada teman yang bisa dan mampu, jangan diam saja, atau bisa mencari sumber materi dan bahkan bertanya kepada guru,” ujar Ine. Setelah lulus SMA, ine bertekad untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, keadaan ekonomi keluarga tidak mendukung. Dengan tekad yang kuat Ine terus mencari informasi beasiswa. Kemudian Ine mengikuti Ujian SNMPTN untuk masuk Perguruan Tinggi dan mengikuti beasiswa bidikmisi. “Waktu saya lulus SMA, saya bertekad ingin kuliah. Orang tua saya bingung waktu itu, karena kondisi ekonomi keluarga yang tidak bisa untuk membayar biaya kuliah. Akhirnya saya ikut SNMPTN dan ikut beasiswa bidikmisi. Jika saya lolos SNMPTN dan bidikmisi, saya akan lanjut kuliah. Alhamdulillah saya pun diterima di Universitas Pendidikan Indonesia pada Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Saya masuk kuliah pada tahun 2013 dan mengikuti segenap rangkaian Masa Orientasi Kampus dan Kuliah Umum Universitas Pendidikan Indonesia (Mokaku UPI),” ujar Ine. Bermula dari Mokaku, ia mulai mengenal mahasiswa lainnya. Proses perkuliahan dan bertemu dengan teman-teman memberikan keyakinan kepada Ine bahwa saat itu ia telah menjadi mahasiswa yang harus belajar tekun dengan menerapkan unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, Pengabdian). Prinsip Ine saat berkuliah adalah mengikuti perkuliahan dengan baik, mengatur schedule untuk kegiatan sehari-hari, dan mengerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Prinsip tersebut selalu ia terapkan hingga ia selalu mendapatkan nilai tinggi pada setiap akhir semester perkuliahan. “Saya selalu berusaha membuat planning dan mengatur schedule, agar waktu belajar, organisasi dan bermain tidak saling mengganggu. Saya bisa mendapat nilai yang tinggi, bisa organisasi dan saya juga bisa bermain berkumpul dengan teman-teman. Saya berusaha untuk selalu giat belajar untuk meraih nilai yang tinggi, karena saya mendapat beasiswa, jadi saya harus berterima kasih dan bersyukur bisa mendapat beasiswa dan kuliah.” Selain mengikuti pendidikan secara teoritis di kelas, Ine juga mengikuti kegiatan organisasi. Kegiatan yang ia ikuti adalah Koperasi Mahasiswa (KOPMA). Ia menyadari dengan ikut kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan keterampilan terutama di bidang wirausaha. Jika ditanya soal cita-cita, ia akan menjawab sebagai guru. “Sebagai sarjana pendidikan dan lulusan Universitas Pendidikan Indonesia saya harus mampu melahirkan orang luar biasa melalui kegiatan mendidik. Saya harus mampu mengaplikasikan apa yang telah saya pelajari, saya harus mampu mengembangkan pendidikan ke arah yang lebih baik,” ujar Ine. Mendapatkan gelar sarjana pendidikan baginya menjadi tanggung jawab untuk mendedikasikan diri sebagai pendidik yang mampu menghasilkan generasi unggul yang mampu bersaing di masa yang akan datang. Gelar yang didapatkan juga berkat doa, dukungan dan kerja keras orang tua dan keluarga. Selain itu berkat dukungan orang terdekat dan para dosen yang selalu membimbing selama proses perkuliahan. “Saya selalu bersyukur dengan kerja keras dan dukungan dari berbagai pihak, saya mampu menyelesaikan studi di perguruan tinggi dan meraih gelar sarjana pendidikan. Tidak banyak yang dapat saya lakukan untuk membalas jasa orang-orang terdekat dan bapakibu dosen. Hanya ungkapan syukur dan terima kasih kepada Allah SWT karena telah mempertemukan saya dengan orang-orang luar bisa yang selau membimbing dan mengarahkan saya selama kuliah. Satu kalimat dari saya, Giat Belajar, Pantang Menyerah untuk Menggapai Impian.”

News | 18 Jan 2018

Hidup adalah pilihan. Mau tidak mau kita harus memilih salah satu diantara beberapa pilihan yang ada. Tentu saja memilih dengan mempertimbangkan adanya manfaat yang diperoleh untuk kehidupan kita sekarang dan di masa yang akan datang. Salah satunya adalah bila dihadapkan pada pilihan jurusan pendidikan di SMK. Beberapa jurusan yang ditawarkan di SMK diantaranya ada jurusan Tata Busana. Dengan menjadi siswa SMK jurusan Tata Busana, diharapkana siswa memiliki keahlian di bidang tata busana, mulai dari merancang busana sampai membuat busana jadi. Dengan memiliki keahlian dasar ini anda sudah bisa mandiri dengan membuka usaha di rumah seperti membuka butik, modiste, tailor atau bisa juga bergabung dengan perusahan besar seperti PT di bidang garmen. Hal ini sangat mudah dan menjanjikan untuk mendapatkan hasil pendapatan yang besar. Selain itu, anda dapat meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan memilih jurusan Tata Busana di Perguruan Tinggi. Dengan bekal keahlian mengajar di jurusan Tata Busana anda bisa menjadi guru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Bisa juga anda mendirikan lembaga pendidikan seperti membuka kursus menjahit, sekolah model, sanggar batik dll. Wow…. jadi jangan ragu lagi untuk memilih jurusan Tata Busana sebagai pilihan yang terbaik untuk anda.

News | 18 Jan 2018

Program Studi Keahlian Tata Busa­na, selain memberikan keteram­pilan, juga memberikan lulusan yang siap bekerja maupun membuka usaha sen­diri. Karena itu, untuk menarik minat siswa SMK, pihaknya akan menggelar berbagai event besar, lomba fashion show dan mengundang perancang busa­na terkenal dari Jakar­ta, dengan bekerjasama dengan Dinas Pendidi­kan Sumut. Hal ini dikatakan Kepala Sekolah SMK Pangeran Antasari Suryani SPd kepada wartawan kemarin sehubu­ngan dengan keluarnya izin dari Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deliserdang No:4211381PDM2016 kepada Yayasan Pendidikan Pangeran Anta­sari Helvetia, untuk menerima siswa baru Tingkat SMK dengan Bidang Studi Keahlian Seni Kerajinan dan Pariwisata, Program Studi Keahlian Tata Busana, Paket Keahlian Busana Butik. Surat yang ditandatangani Kabid Dikdasmenjur Dinas Pendidkan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deliserdang Juri Amir SPd tersebut juga ditembuskan kepada Dirjen Dikdasmen Kemdikbud, Bupati Deliserdang, dan Dinas Pendidikan Sumut. Didampingi Koordinator YP Pangeran Antasari Herli Leo Arito­nang, Syaiful Anwar (guru BP), Posma Butarbutar SPd dan Zamiah SPd, Suryani mengatakan, pendidikan program keahlian tata busana butik SMK saat ini sangat dibutuhkan. Sementara Koordinator YP Pa­ngeran Antasari Herli Leo Aritonang mengatakan, kehadiran Program Studi Keahlian Tata Busana di SMK Pangeran Antasari ini, salah satu cara untuk meningkatkan skill dan menam­bah pengalaman siswa SMK khusus­nya program keahlian tata busana yaitu dengan melaksanakan praktik kerja industri (prakerin). Dalam hal ini, kami sudah mela­kukan banyak kerjasama dengan se­jumlah Butik dan konfeksi,kata­nya. Sedangkan, Ketua Yayasan Pen­didi­kan Pangeran Antasari Dr Tommy Leonard SH MKn mengatakan, bahwa tujuan program keahlian busana butik mempersiapkan peserta didik, agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan, sebagai tenaga kerja tingkat menengah, sesuai dengan kompetensi dalam program keahlian pilihannya. Kemudian, kata Tommy, program keahlian busana butik ini dapat mem­bekali siswa, agar mampu memilih karir,ulet dan gigih dalam berkom­petensi, beradaptasi di ling­kungan kerja dan mengembangkan sikap pro­pesional, dalam bidang keah­lian yang diminatinya. (relrrs)

News | 18 Jan 2018

Sabtu, 28 Oktober 2017 bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, mahasiswa Program Studi Tata Busana Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang mengadakan kegiatan rutin tahunan seperti di tahun-tahun sebelumnya. Kegiatan ini adalah Pagelaran Tata Busana, dimana di Tahun 2017 ini Mahasiswa Tata Busana mengambil Tema “REARTISM” yang terdiri dari 4 Kategori yaitu Archeant (busana dari barang bekas), Virgilant (busana yang menonjolkan estetika), Cryptic (busana yang memiliki unsur-unsur makhluk hidup), dan Digitariant (busana dalam era sekarang).Kegiatan yang berlangsung pukul 18.00 WIB dilaksanakan di Gedung Supermegah, Gedung Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang. Tamu undangan yang hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Dekan Fakultas Teknik, para Wakil Dekan Fakultas Teknik, Ketua dan para jajaran pejabat Jurusan Teknologi Industri, para Dosen Jurusan Teknologi, dan para Tenaga Kependidikan Jurusan Teknologi Industri Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang. Tamu lain yang hadir dalam kegiatan ini antara lain para wali mahasiswa beserta keluarga dari seluruh daerah asal seperti Provinsi Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Kalimantan, Bali, Sumatera, dan berbagai penjuru pulau di Indonesia. Dalam periode tahun ini menampilkan 75 designer muda yang berlomba memberikan hasil karya nya di atas panggung yang ditonton lebih dari 2000 penonton. Pasalnya bintang tamu di Tahun 2017 ini merupakan artis wanita dari ibu kota yang sedang eksis yakni Yura Yunita, yang berhasil menghibur seluruh orang yang ada di Gedung untuk bernyanyi bersama.

News | 18 Jan 2018

Kejuruan tata busana adalah salah satu kejuruan yang ada di Pusat Pelatihan Kerja Daerah (PPKD) Jakarta Barat. Pada kejuruan Tata Busana ini, sangat banyak yang akan dipelajari. Pelatihan dapat diikuti peserta dengan pendidikan mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi dengan usia minimal 17 tahun dan maksimal 50 tahun. setelah mengikuti pelatihan tata busana ini, peserta bisa bekerja di perusahaan yang bergerak dibidang busana atau berwirausaha. Materi yang diajarkan Materi yang diajarkan meliputi mengukur badan wanita dan pria, membuat pola, memotong kain, dan menjahit hingga menjadi busana siap pakai. Adapun detail materinya adalah: Menjahit pakaian anak Menjahit pakaian wanita Menjahit pakain pria Merawat mesin jahit Metode Belajar Cara belajar yang diterapkan di kejuruan Tata Busana meliputi teori, demonstrasi dan praktek. Capaian yang diharapkan Setelah selesai pelatihan, peserta kejuruan Tata Busana mampu menjahit pakaian pria dan wanita lengkap dengan Teknik mengukur, dan membuat pola dengan memperhatikan estetika busana serta mampu menggunakan berbagai jenis mesin jahit beserta perawatannya.

News | 14 Jan 2018

aksdja klsjd aksdjalsk dakls jakd jasldk js kldaj aksdja klsjd aksdjalsk dakls jakd jasldk js kldaj aksdja klsjd aksdjalsk dakls jakd jasldk js kldaj aksdja klsjd aksdjalsk dakls jakd jasldk js kldaj aksdja klsjd aksdjalsk dakls jakd jasldk js kldaj aksdja klsjd aksdjalsk dakls jakd jasldk js kldaj

Copyrights © 2018 All Rights Reserved by Royale House